Cari Blog Ini

Jumat, 25 Juni 2010

Diary 2003 , jadi makin sayang si Bapak ...


Diary enam tahun yang lalu, kutemukan dalam sekotak kardus lusuh di sudut bawah tangga rumahku. Kita tahu pasti, bahwa lembaran demi lembaran yang lama, pasti menyisakan bau yang khas, kulit kertas yang kecoklatan dan bahkan setiap kamu membuka halaman demi halaman itu kadang sedikit aga lengket. Cerita ini semoga menginspirasi kita semua, bahwasanya kita tidak akan pernah membuang apa yang telah kita lalui, setiap detik, setiap menit, yang lalu pun itu adalah sebuah MEMORI. Diary ini mengingatkan kepadaku, jaman jaman SMP yang begitu melelahkan, mengisi hari sekolah dengan banyak kegiatan ekstra dan organisasi yang menguras tenaga, pastinya kisah kisah puppy love-pun ada disini, perjuangan seorang bapak ternyata aku sisipkan juga. Di Diary tahun 2003 bergambarkan Sailormon lengkap dengan borgolnya hahahaha. Aku baru sadar ternyata bakat menulisku sudah ada dari jaman kanak-kanak dahulu, terpampang jelas bagaimana aku menulis runtutan emosi dan suatu kiasan bahasa yang bagus dalam diaryku.



Aku, anak pertama dari tiga bersaudara. Yah... anak perempuan satu-satunya, anak perempuan kesayangan Bapak dan Mami. Ini sungguh menggugah perasaanku, diary yang kutemukan seakan-akan memberikanku pencerahan akan makna hidup yang sesungguhnya. Hidup, menurutku ini sebuah langkah yang kau hadapi, bukan untuk mencari seberapa banyak harta menumpuk dalam rekening atm mu, bukan pula mencari nikmatnya duniawi. Akan tetapi, hidup adalah disaat kamu bisa memberikan sesuatu yang berharga bagi orang lain. Menyemai dan menabur benih kebaikan terhadap sesama. Aku semakin mengerti Bapak, indah yang telah kau lakukan untukku pada waktu itu, mengantar jemput aku sekolah dengan montor bebek, sampai akhirnya aku harus menaiki dayhatsu karena kutahu peluh yang kau lalui saat itu berat, harus kerja sana sini untuk kami semua. Yang menarik disini adalah, Bapak seingatku sering membalas sms dari pacarku jaman SMP dulu hahaha, aku sendiri bahkan lupa kalau tidak menemukan diaryku ini. Bapak pernah bilang waktu aku ketahuan berantem dengan sang pacar, “ Jangan terlalu dipikir, kamu harus sekolah yang bener dulu.” Buseeeeeeeeeeet, kenapa aku baru ingat coba, kalau ternyata Bapak emang mengerti dan sepaham denganku. Aku hidup dalam keluarga yang harmonis, sosialis agamis. Kesederhanaan yang Bapak ajarkan kepadaku memang membawa kebaikan. Saat kita mampu untuk bersedekah, maka sedekahlah karena harta yang kita punya sesungguhnya didalamnya merupakan hak anak yatim piatu dan orang miskin juga. Plokplokplok, saya bertepuk untuk orang kaya yang kikir sobat. Mati tidak akan membawa intan berlian kok. Tetapi IMAN dan TAQWAMU!.



Bapak, kuruntun kisahmu disini, aku tidak membedakan kau dengan Mami. Kutahu beban yang kau rasakan empat tahun terakhir melawan penyakit strokemu. Itu hebat, itu kuat! Salutlah buat Bapak, sekarang apa yang harus kulakukan, apalagi kalau tidak berterimakasih kepadamu dan mengabdi di bangku perkuliahan dengan prestasi yang amazing. Big thanks for diary 2003 , makin membuatku menyayangi Bapak, dan Mami pula tentunya.

Get well soon daddy

I love you

I love you all


Tidak ada komentar:

Posting Komentar