Cari Blog Ini

Jumat, 25 Juni 2010

Apa itu Sahabat Sejati ?

Suatu saat ada teman pernah bercerita kepadaku melalui dialog singkat di kampus bahwasanya ingin agar aku menuliskan notes untuknya ikhwal " Persahabatan " sesuai pengalaman pribadinya.
Gencar buka internet browsing browsing baca beberapa artikel dan rentetan pengalaman pribadi MJ ( bukan Mbok Ju haha ngacooo ), terpublislah notes dengan judul " Sahabat ituu ? apa doong ?"
Semoga ini berkenan di hati kamu teman...
Go Girl!


Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya.
Sahabat sejati akan tetap bersama kita ketika kita merasa seisi dunia meninggalkan kita.
Jika seluruh sahabatku melompat dari suatu jurang, aku tidak akan mengikuti mereka, tapi aku akan berada di dasar jurang untuk menangkap mereka.
Rangkullah sahabat sejatimu dengan kedua lenganmu.
Aku akan membimbingmu, dan kamu akan membimbingku, begitu sebaliknya.
Persahabatan adalah satu jiwa dalam dua raga.
Jangan kamu berjalan di depanku, aku tidak dapat mengikutimu, jangan kamu berada di belakangku, aku tidak bisa memimpinmu, berjalanlah disampingku, jadilah temanku.
Teman akan mendengarkan apa yang kamu katakan, sahabat sejati akan mendengar apa yang tidak kamu katakan.
Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu di dalam hatimu, dan menyanyikannya kembali saat kamu lupa akan bait-baitnya.
Kita semua memiliki peran yang berbeda dalam hidup ini, tapi tidak menjadi soal dimana posisi kita, akan memiliki arti, sekecil apapun peran itu.




Apa yang kita alami demi teman kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah. Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya.

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang. Seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman. Suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya. Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataan kasih dari orang lain, tetapi justru ia ber-inisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya. Kerinduannya menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egois.

Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya. ( Hanz Skyblue )



    Tips ngejaga persahabatan biar aweeeet :

  • Pahami Perbedaan
  • Pahamilah sifat teman kita.Setiap orang tentu memiliki perbedaan dan keunikan masing-masing. Jangan paksakan teman kita menjadi sama dan satu selera dengan kita. Ambillah jalan tengah,bicarakan baik-baik, seandainya muncul perbedaan pandangan atau pendapat. Toh kita juga tidak suka kan kalau dipaksa ?

  • Jaga Rahasia dan Tepati Janji
  • Jagalah baik-baik semua rahasia yang dia ceritakan kepada kita.Tepati pula janji yang pernah kita ucapkan kepadanya. Dengan begitu,persahabatan kita tidak terganggu oleh sikap paling curiga atau tidak percaya.

  • Tidak Menggurui
  • Bila ada sikapnya yang kita anggap kurang baik,tidak usah langsung memarahinya dan menasehatinya. Sebab,hal itu justru bisa menyakiti perasaannya.Coba sampaikan pandanganmu secara pelan-pelan dalam suasana santai dan penuh canda tawa.

  • Beri Dukungan
  • Dukunglah selalu teman kita untuk menjadi lebih baik lagi. Lihatlah selalu sisi baik yang ada pada dirinya,bukan sisi buruknya.

  • Tidak iri
  • Jika teman akrab kita memperoleh kesuksesan,sementara kita tidak,kita tidak perlu iri dengan kesuksesannya itu. Kita justru turut berbahagia jika dia berbahagia.

  • Sisihkan Waktu Untuknya
  • Sesibuk apapun,kita mesti menyediakan waktu untuknya.Dengarkanlah keluh kesahnya,jika dia memang perlu seseorang untuk mendengarkannya. Lakukanlah pula kegiatan yang menyenangkan bersamanya.

  • Jarak Yang Wajar
  • Buatlah jarak pertemanan yang wajar,artinya jangan mentang-mentang kita sudah merasa dekat sekali dengannya,lantas dia harus selalu bersama-sama dengan kita kapanpun dan dimanapun.

  • Minta Maaf
  • Seandainya sengaja atau tidak sengaja kita berbuat salah kepadanya,jangan ragu segera meminta maaf. Sebaliknya jika dia yang berbuat salah dan meminta maaf kepada kita,jangan pernah ragu untuk memaafkannya,manusiakan gudangnya kesalahan. ( kaskus.us )




    Untuk semua sahabat, cerita dari Sahabat tentang persahabatan.


    Operator Telephone...

    Waktu saya masih amat kecil, ayah sudah memiliki telephone di rumah kami. Inilah telephone masa awal, warnanya hitam, di tempelkan di dinding, dan kalau mau menghubungi operator, kita harus memutar sebuah putaran dan minta disambungkan dengan nomor telephone lain.

    Sang operator akan menghubungkan secara manual.
    Dalam waktu singkat, saya menemukan bahwa , kalau putaran diputar , sebuah suara yang ramah, manis, akan berkata :
    “Operator ” Dan si operator ini maha tahu.
    Ia tahu semua nomor telephone orang lain. Ia tahu nomor telephone restaurant, rumah sakit, bahkan nomor telephone toko kue di ujung kota.

    Pengalaman pertama dengan sang operator terjadi waktu tidak ada seorangpun di rumah dan jempol kiri saya terjepit pintu. Saya berputar-putar kesakitan dan memasukkan jempol ini ke dalam mulut tatkala saya ingat …operator!!!

    Segera saya putar bidai pemutar dan menanti suaranya.
    ” Di sini operator…”
    ” Jempol saya kejepit pintu…” kata saya sambil menangis. Kini emotion bisa meluap, karena ada yang mendengarkan.
    ” Apakah ibumu ada di rumah?” tanyanya.
    ” Tidak ada orang”
    ” Apakah jempolmu berdarah?”
    ” Tidak, cuma warnanya merah, dan sakiiit sekali”
    ” Bisakah kamu membuka lemari es?” tanyanya.
    ” Bisa, naik di bangku”
    ” Ambillah sepotong ice dan tempelkan pada jempolmu….”

    Sejak saat itu saya selalu menelephone operator kalau perlu sesuatu. Waktu tidak bisa menjawab pertanyaan ilmu bumi, apa nama ibu kota sebuah negara. Tanya tentang mathematics. Ia juga menjelaskan bahwa tupai yang saya tangkap untuk dijadikan binatang peliharaan , makannya kacang atau buah.

    Suatu hari, burung peliharaan saya mati. Saya telpon sang operator dan melaporkan berita duka cita ini.

    Ia mendengarkan semua keluhan, kemudian mengutarakan kata kata hiburan yang biasa diutarakan orang dewasa untuk anak kecil yang sedang sedih. Tapi rasa belasungkawa saya terlalu besar.Saya tanya: “Kenapa burung yang pintar menyanyi dan menimbulkan sukacita sekarang tergeletak tidak bergerak di kandangnya?”

    Ia berkata pelan: “Karena ia sekarang menyanyi di dunia lain….”

    Kata-kata ini – ngga tau bagaimana – menenangkan saya. Lain kali saya telephone dia lagi.
    “Di sini operator”
    “Bagaimana mengeja kata kukuruyuk?”

    Kejadian ini berlangsung sampai saya berusia 9 tahun.
    Kami sekeluarga kemudian pindah kota lain. Saya sangat kehilangan “Di sini operator”
    Saya tumbuh jadi remaja, kemudian anak muda, dan kenangan masa kecil selalu saya nikmati. Betapa sabarnya wanita ini. Betapa penuh pengertian dan mau meladeni anak kecil.

    Beberapa tahun kemudian, saat jadi mahasiswa, saya study trip ke kota asal. Segera sesudah saya tiba, saya menelpon kantor telephone dan minta bagian “operator”
    “Di sini operator” Suara yang sama.
    Ramah tamah yang sama.
    Saya tanya: “Bisa ngga eja kata kukuruyuk”
    Hening sebentar. Kemudian ada pertanyaan: “Jempolmu yang kejepit pintu sudah sembuh kan?”
    Saya tertawa. “Itu Anda… Wah waktu berlalu begitu cepat ya.”

    Saya terangkan juga betapa saya berterima kasih untuk semua pembicaraan waktu masih kecil. Saya selalu menikmatinya. Ia berkata serious: “Saya yang menikmati pembicaraan dengan mu. Saya selalu menunggu nunggu kau menelpon”

    Saya ceritakan bahwa, ia menempati tempat khusus di hati saya. Saya bertanya apa lain kali boleh menelponnya lagi.
    “Tentu, nama saya Saly”
    Tiga bulan kemudian saya balik ke kota asal. Telephone operator.
    Suara yang sangat beda dan asing.
    Saya minta bicara dengan operator yang namanya Saly.
    Suara itu bertanya “Apa Anda temannya?”
    “Ya teman sangat lama.”
    “Maaf untuk kabarkan hal ini, Saly beberapa tahun terakhir bekerja paruh waktu karena sakit sakitan, dan dia meninggal lima minggu yang lalu….”

    Sebelum saya meletakkan telephone, tiba tiba suara itu bertanya:
    “Maaf, apakah Anda bernama Paul?”
    “Ya”
    “Saly meninggalkan sebuah pesan buat Anda. Dia menulisnya di atas sepotong kertas, sebentar ya….”
    Ia kemudian membacakan pesan Saly:
    “Bilang pada Paul, bahwa IA SEKARANG MENYANYI DI DUNIA LAIN… Paul akan mengerti kata kata ini….”

    Saya meletakkan gagang telephone.
    Saya tahu apa yang Saly maksudkan.
    “Selamat bernyanyi di dunia lain, Sally, sahabatku, operator telephone yang bagiku tidak ada duanya di dunia ini”, ucap saya dalam hati.( Tetty Simanjuntak )



    Nah itu tadi sedikit gambaran mengenai sahabat sejati, temaaan... huu sendu... kalau kata pujangga , " Tiada gading yang tak retak " , sahabatpun begitu juga.
    Pertanyaanya adalah, Siapa yang berada di sampingmu? Siapa yang mengasihimu saat kamu merasa tidak dicintai? Siapa yang ingin bersamamu pada saat tiada satu pun yang dapat kamu berikan?
    Dia adalah SAHABATmu!
    Merekalah sahabat sejatimu. Hargai dan peliharalah selalu persahabatanmu dengan mereka.
    And now, sambutlah mereka karena dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan kita mengenal teman-teman kita.



    From the deep love
    Sahabat - sahabat ku kau yang terindah ,

    Marichatul Jannah

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar