Cari Blog Ini

Selasa, 06 Juli 2010

Masalah, Ada Bukan Tanpa Alasan? Lantas bagaimana menyikapinya?


Dear all my friends,

Saya membaca salah satu postingan dari blog Arief Maulana tentang bagaimana menyikapi masalah dalam hidup kita. Semoga bermanfaat yah ? :)


" Masalah, Ada Bukan Tanpa Alasan "

Tidak bisa dipungkiri bahwasanya saat ini kita hidup di zaman yang penuh dengan masalah. Bahkan boleh jadi masalah sekarang jauh lebih kompleks daripada masalah di jaman baheulak dulu. Padahal kian hari kian maju teknologi yang ada, tapi masalahnya pun ikut-ikutan maju.

Seorang teman pernah bercerita pada saya, ada satu tempat dimana kita bisa terbebas dari berbagai masalah. Tenang, semua lancar dan oke-oke aja. Ngga ada yang namanya kepala pusing apalagi stress karena masalah. Dimana itu? KUBURAN. Ya, cuma orang mati yang ngga punya masalah. Lantas bagaimana seharusnya kita menyikapi masalah?

Silahkan simak dulu cerita berikut :

Seorang anak sedang bermain dan menemukan kepompong kupu-kupu di sebuah dahan yang rendah. Diambilnya kepompong tersebut dan tampak ada lubang kecil disana.

Anak itu tertegun mengamati lubang kecil tersebut karena terlihat ada seekor kupu-kupu yang sedang berjuang untuk keluar membebaskan diri melalui lubang tersebut. Lalu tampaklah kupu-kupu itu berhenti mencoba, dia kelihatan sudah berusaha semampunya dan nampaknya sia-sia untuk keluar melalui lubang kecil di ujung kempompongnya.

Melihat fenomena itu, si anak menjadi iba dan mengambil keputusan untuk membantu si kupu-kupu keluar dari kepompongnya. Dia pun mengambil gunting lalu mulai membuka badan kepompong dengan guntingnya agar kupu-kupu bisa keluar dan terbang dengan leluasa.

Begitu kepompong terbuka, kupu-kupu pun keluar dengan mudahnya. Akan tetapi, ia masih memiliki tubuh gembung dan kecil. Sayap-sayapnya nampak masih berkerut. Anak itu pun mulai mengamatinya lagi dengan seksama sambil berharap agar sayap kupu-kupu tersebut berkembang sehingga bisa membawa si kupu-kupu mungil terbang menuju bunga-bunga yang ada di taman.

Harapan tinggal harapan, apa yang ditunggu-tunggu si anak tidak kunjung tiba. Kupu-kupu tersebut terpaksa menghabiskan sisa hidupnya dengan merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap yang masih berkerut serta tidak berkembang dengan sempurna. Kupu-kupu itu akhirnya tidak mampu terbang seumur hidupnya.

Si anak rupanya tidak mengerti bahwa kupu-kupu perlu berjuang dengan usahanya sendiri untuk membebaskan diri dari kepompongnya. Lubang kecil yang perlu dilalui akan memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu masuk ke dalam sayap-sayapnya sehingga dia akan siap terbang dan memperoleh kebebasan…

(Source : Setengah Isi, Setengah Kosong – Parlindungan Marpaung)

Seperti itulah gambaran masalah yang kita hadapi sehari-hari. Masalah ada bukan untuk kita hindari, melainkan kita hadapi. Karena dengan masalah lah kita bisa belajar untuk menjadi lebih kuat, lebih dewasa, lebih bijak, dan lebih-lebih lainnya.

Tuhan tidak bodoh dengan menciptakan masalah untuk kita. Justru karena Dia sayang pada kita umat manusialah masalah itu diciptakan sedemikian rupa. Namun, jika kita sadari di Kitab Suci (Al-Qur’an) pun Allah bersabda dan menjanjikan yang intinya adalah masalah yang diturunkan kepada kita, tidak akan pernah melebihi batas kemampuan kita untuk menyelesaikannya.

Artinya, Allah sudah tahu seberapa besar kemampuan kita untuk menerima masalah tersebut. Orang yang sangat amat lemah, tentu porsi masalahnya lebih sedikit. Sedangkan orang yang punya banyak kelebihan, masalahnya juga banyak. Coba bandingkan, karyawan sama pemilik bisnis masalahnya banyak mana? Ya pemilik bisnis lah. Karena masalah karyawan juga ikut menjadi masalah pemilik bisnis.

Dari sini kita bisa sedikit berkaca dan merenungi. Kenapa masalah kita seakan-akan lebih berat dari orang lain? Simpel saja, karena di mata Allah kita jauh lebih baik dari orang yang masalahnya itu-itu aja (enteng). Karena kita lebih baik, tentu porsi masalahnya lebih ruwet dong. Anak sekolah kan juga seperti itu. Makin naik kelas, makin sulit pelajarannya, makin sulit juga ujiannya.


Jadi bagaimana sikap kita seharusnya terhadap masalah?


  1. Sadari Anda mampu menghadapi semua masalah yang ada!

  2. Anda percaya dan yakin sama Tuhan kan! Kalau percaya dan yakin, tentu Anda tidak meragukan lagi firmanNya yang mengatakan bahwa setiap masalah yang kita hadapi tidak akan melebihi batas kita menanggungnya.

  3. Jangan menghindari masalah!

  4. Kita memang sebisa mungkin jangan mencari masalah, namun bila masalah datang hadapi semua masalah Anda. Selesaikan satu persatu. Anda tentu tidak mau kan menjadi seperti kupu-kupu yang tidak bisa terbang, hanya gara-gara semua urusan dipermudah.

  5. Selalu ada kebaikan dibalik semua masalah!

  6. Masalah memang kelihatannya mengganggu, namun harus selalu ada dalam hidup kita. Kenapa? Agar kita tahu seberapa besar kemampuan kita. Dan agar kita bisa terus berkembang sepanjang hidup ini dengan belajar mengambil hikmah dari setiap masalah yang kita hadapi. Yakinkan diri Anda, bahwa setiap satu masalah berhasil Anda selesaikan, Anda sudah menjadi satu pribadi yang lebih baik dari sebelumnya

  7. Fokus pada hasil akhir, bukan pada masalahnya!

  8. Masalah biasanya timbul ketika kita sedang dalam proses pencapaian suatu tujuan, apapun itu. Maka dari itu daripada kita mengeluhkan masalah-masalah yang ada, lebih baik berfokus pada hasil akhirnya. Ini akan membuat Anda lebih kuat. Apalagi dengan fokus pada tujuan akhir, akan sangat membantu Anda untuk tetap positive feeling dan positive thinking


So mulai sekarang berkomitmenlah untuk selalu siap menghadapi masalah yang datang dalam hidup kita. Jangan banyak mengeluh! Lakukan saja, karena Tuhan tahu yang terbaik untuk kita.

Masalah, jika tidak membuatmu kuat, akan membunuhmu.
Read More..

Jumat, 25 Juni 2010

Diary 2003 , jadi makin sayang si Bapak ...


Diary enam tahun yang lalu, kutemukan dalam sekotak kardus lusuh di sudut bawah tangga rumahku. Kita tahu pasti, bahwa lembaran demi lembaran yang lama, pasti menyisakan bau yang khas, kulit kertas yang kecoklatan dan bahkan setiap kamu membuka halaman demi halaman itu kadang sedikit aga lengket. Cerita ini semoga menginspirasi kita semua, bahwasanya kita tidak akan pernah membuang apa yang telah kita lalui, setiap detik, setiap menit, yang lalu pun itu adalah sebuah MEMORI. Diary ini mengingatkan kepadaku, jaman jaman SMP yang begitu melelahkan, mengisi hari sekolah dengan banyak kegiatan ekstra dan organisasi yang menguras tenaga, pastinya kisah kisah puppy love-pun ada disini, perjuangan seorang bapak ternyata aku sisipkan juga. Di Diary tahun 2003 bergambarkan Sailormon lengkap dengan borgolnya hahahaha. Aku baru sadar ternyata bakat menulisku sudah ada dari jaman kanak-kanak dahulu, terpampang jelas bagaimana aku menulis runtutan emosi dan suatu kiasan bahasa yang bagus dalam diaryku.



Aku, anak pertama dari tiga bersaudara. Yah... anak perempuan satu-satunya, anak perempuan kesayangan Bapak dan Mami. Ini sungguh menggugah perasaanku, diary yang kutemukan seakan-akan memberikanku pencerahan akan makna hidup yang sesungguhnya. Hidup, menurutku ini sebuah langkah yang kau hadapi, bukan untuk mencari seberapa banyak harta menumpuk dalam rekening atm mu, bukan pula mencari nikmatnya duniawi. Akan tetapi, hidup adalah disaat kamu bisa memberikan sesuatu yang berharga bagi orang lain. Menyemai dan menabur benih kebaikan terhadap sesama. Aku semakin mengerti Bapak, indah yang telah kau lakukan untukku pada waktu itu, mengantar jemput aku sekolah dengan montor bebek, sampai akhirnya aku harus menaiki dayhatsu karena kutahu peluh yang kau lalui saat itu berat, harus kerja sana sini untuk kami semua. Yang menarik disini adalah, Bapak seingatku sering membalas sms dari pacarku jaman SMP dulu hahaha, aku sendiri bahkan lupa kalau tidak menemukan diaryku ini. Bapak pernah bilang waktu aku ketahuan berantem dengan sang pacar, “ Jangan terlalu dipikir, kamu harus sekolah yang bener dulu.” Buseeeeeeeeeeet, kenapa aku baru ingat coba, kalau ternyata Bapak emang mengerti dan sepaham denganku. Aku hidup dalam keluarga yang harmonis, sosialis agamis. Kesederhanaan yang Bapak ajarkan kepadaku memang membawa kebaikan. Saat kita mampu untuk bersedekah, maka sedekahlah karena harta yang kita punya sesungguhnya didalamnya merupakan hak anak yatim piatu dan orang miskin juga. Plokplokplok, saya bertepuk untuk orang kaya yang kikir sobat. Mati tidak akan membawa intan berlian kok. Tetapi IMAN dan TAQWAMU!.



Bapak, kuruntun kisahmu disini, aku tidak membedakan kau dengan Mami. Kutahu beban yang kau rasakan empat tahun terakhir melawan penyakit strokemu. Itu hebat, itu kuat! Salutlah buat Bapak, sekarang apa yang harus kulakukan, apalagi kalau tidak berterimakasih kepadamu dan mengabdi di bangku perkuliahan dengan prestasi yang amazing. Big thanks for diary 2003 , makin membuatku menyayangi Bapak, dan Mami pula tentunya.

Get well soon daddy

I love you

I love you all


Read More..

Apa itu Sahabat Sejati ?

Suatu saat ada teman pernah bercerita kepadaku melalui dialog singkat di kampus bahwasanya ingin agar aku menuliskan notes untuknya ikhwal " Persahabatan " sesuai pengalaman pribadinya.
Gencar buka internet browsing browsing baca beberapa artikel dan rentetan pengalaman pribadi MJ ( bukan Mbok Ju haha ngacooo ), terpublislah notes dengan judul " Sahabat ituu ? apa doong ?"
Semoga ini berkenan di hati kamu teman...
Go Girl!


Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya.
Sahabat sejati akan tetap bersama kita ketika kita merasa seisi dunia meninggalkan kita.
Jika seluruh sahabatku melompat dari suatu jurang, aku tidak akan mengikuti mereka, tapi aku akan berada di dasar jurang untuk menangkap mereka.
Rangkullah sahabat sejatimu dengan kedua lenganmu.
Aku akan membimbingmu, dan kamu akan membimbingku, begitu sebaliknya.
Persahabatan adalah satu jiwa dalam dua raga.
Jangan kamu berjalan di depanku, aku tidak dapat mengikutimu, jangan kamu berada di belakangku, aku tidak bisa memimpinmu, berjalanlah disampingku, jadilah temanku.
Teman akan mendengarkan apa yang kamu katakan, sahabat sejati akan mendengar apa yang tidak kamu katakan.
Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu di dalam hatimu, dan menyanyikannya kembali saat kamu lupa akan bait-baitnya.
Kita semua memiliki peran yang berbeda dalam hidup ini, tapi tidak menjadi soal dimana posisi kita, akan memiliki arti, sekecil apapun peran itu.




Apa yang kita alami demi teman kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah. Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya.

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang. Seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman. Suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya. Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataan kasih dari orang lain, tetapi justru ia ber-inisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya. Kerinduannya menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egois.

Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya. ( Hanz Skyblue )



    Tips ngejaga persahabatan biar aweeeet :

  • Pahami Perbedaan
  • Pahamilah sifat teman kita.Setiap orang tentu memiliki perbedaan dan keunikan masing-masing. Jangan paksakan teman kita menjadi sama dan satu selera dengan kita. Ambillah jalan tengah,bicarakan baik-baik, seandainya muncul perbedaan pandangan atau pendapat. Toh kita juga tidak suka kan kalau dipaksa ?

  • Jaga Rahasia dan Tepati Janji
  • Jagalah baik-baik semua rahasia yang dia ceritakan kepada kita.Tepati pula janji yang pernah kita ucapkan kepadanya. Dengan begitu,persahabatan kita tidak terganggu oleh sikap paling curiga atau tidak percaya.

  • Tidak Menggurui
  • Bila ada sikapnya yang kita anggap kurang baik,tidak usah langsung memarahinya dan menasehatinya. Sebab,hal itu justru bisa menyakiti perasaannya.Coba sampaikan pandanganmu secara pelan-pelan dalam suasana santai dan penuh canda tawa.

  • Beri Dukungan
  • Dukunglah selalu teman kita untuk menjadi lebih baik lagi. Lihatlah selalu sisi baik yang ada pada dirinya,bukan sisi buruknya.

  • Tidak iri
  • Jika teman akrab kita memperoleh kesuksesan,sementara kita tidak,kita tidak perlu iri dengan kesuksesannya itu. Kita justru turut berbahagia jika dia berbahagia.

  • Sisihkan Waktu Untuknya
  • Sesibuk apapun,kita mesti menyediakan waktu untuknya.Dengarkanlah keluh kesahnya,jika dia memang perlu seseorang untuk mendengarkannya. Lakukanlah pula kegiatan yang menyenangkan bersamanya.

  • Jarak Yang Wajar
  • Buatlah jarak pertemanan yang wajar,artinya jangan mentang-mentang kita sudah merasa dekat sekali dengannya,lantas dia harus selalu bersama-sama dengan kita kapanpun dan dimanapun.

  • Minta Maaf
  • Seandainya sengaja atau tidak sengaja kita berbuat salah kepadanya,jangan ragu segera meminta maaf. Sebaliknya jika dia yang berbuat salah dan meminta maaf kepada kita,jangan pernah ragu untuk memaafkannya,manusiakan gudangnya kesalahan. ( kaskus.us )




    Untuk semua sahabat, cerita dari Sahabat tentang persahabatan.


    Operator Telephone...

    Waktu saya masih amat kecil, ayah sudah memiliki telephone di rumah kami. Inilah telephone masa awal, warnanya hitam, di tempelkan di dinding, dan kalau mau menghubungi operator, kita harus memutar sebuah putaran dan minta disambungkan dengan nomor telephone lain.

    Sang operator akan menghubungkan secara manual.
    Dalam waktu singkat, saya menemukan bahwa , kalau putaran diputar , sebuah suara yang ramah, manis, akan berkata :
    “Operator ” Dan si operator ini maha tahu.
    Ia tahu semua nomor telephone orang lain. Ia tahu nomor telephone restaurant, rumah sakit, bahkan nomor telephone toko kue di ujung kota.

    Pengalaman pertama dengan sang operator terjadi waktu tidak ada seorangpun di rumah dan jempol kiri saya terjepit pintu. Saya berputar-putar kesakitan dan memasukkan jempol ini ke dalam mulut tatkala saya ingat …operator!!!

    Segera saya putar bidai pemutar dan menanti suaranya.
    ” Di sini operator…”
    ” Jempol saya kejepit pintu…” kata saya sambil menangis. Kini emotion bisa meluap, karena ada yang mendengarkan.
    ” Apakah ibumu ada di rumah?” tanyanya.
    ” Tidak ada orang”
    ” Apakah jempolmu berdarah?”
    ” Tidak, cuma warnanya merah, dan sakiiit sekali”
    ” Bisakah kamu membuka lemari es?” tanyanya.
    ” Bisa, naik di bangku”
    ” Ambillah sepotong ice dan tempelkan pada jempolmu….”

    Sejak saat itu saya selalu menelephone operator kalau perlu sesuatu. Waktu tidak bisa menjawab pertanyaan ilmu bumi, apa nama ibu kota sebuah negara. Tanya tentang mathematics. Ia juga menjelaskan bahwa tupai yang saya tangkap untuk dijadikan binatang peliharaan , makannya kacang atau buah.

    Suatu hari, burung peliharaan saya mati. Saya telpon sang operator dan melaporkan berita duka cita ini.

    Ia mendengarkan semua keluhan, kemudian mengutarakan kata kata hiburan yang biasa diutarakan orang dewasa untuk anak kecil yang sedang sedih. Tapi rasa belasungkawa saya terlalu besar.Saya tanya: “Kenapa burung yang pintar menyanyi dan menimbulkan sukacita sekarang tergeletak tidak bergerak di kandangnya?”

    Ia berkata pelan: “Karena ia sekarang menyanyi di dunia lain….”

    Kata-kata ini – ngga tau bagaimana – menenangkan saya. Lain kali saya telephone dia lagi.
    “Di sini operator”
    “Bagaimana mengeja kata kukuruyuk?”

    Kejadian ini berlangsung sampai saya berusia 9 tahun.
    Kami sekeluarga kemudian pindah kota lain. Saya sangat kehilangan “Di sini operator”
    Saya tumbuh jadi remaja, kemudian anak muda, dan kenangan masa kecil selalu saya nikmati. Betapa sabarnya wanita ini. Betapa penuh pengertian dan mau meladeni anak kecil.

    Beberapa tahun kemudian, saat jadi mahasiswa, saya study trip ke kota asal. Segera sesudah saya tiba, saya menelpon kantor telephone dan minta bagian “operator”
    “Di sini operator” Suara yang sama.
    Ramah tamah yang sama.
    Saya tanya: “Bisa ngga eja kata kukuruyuk”
    Hening sebentar. Kemudian ada pertanyaan: “Jempolmu yang kejepit pintu sudah sembuh kan?”
    Saya tertawa. “Itu Anda… Wah waktu berlalu begitu cepat ya.”

    Saya terangkan juga betapa saya berterima kasih untuk semua pembicaraan waktu masih kecil. Saya selalu menikmatinya. Ia berkata serious: “Saya yang menikmati pembicaraan dengan mu. Saya selalu menunggu nunggu kau menelpon”

    Saya ceritakan bahwa, ia menempati tempat khusus di hati saya. Saya bertanya apa lain kali boleh menelponnya lagi.
    “Tentu, nama saya Saly”
    Tiga bulan kemudian saya balik ke kota asal. Telephone operator.
    Suara yang sangat beda dan asing.
    Saya minta bicara dengan operator yang namanya Saly.
    Suara itu bertanya “Apa Anda temannya?”
    “Ya teman sangat lama.”
    “Maaf untuk kabarkan hal ini, Saly beberapa tahun terakhir bekerja paruh waktu karena sakit sakitan, dan dia meninggal lima minggu yang lalu….”

    Sebelum saya meletakkan telephone, tiba tiba suara itu bertanya:
    “Maaf, apakah Anda bernama Paul?”
    “Ya”
    “Saly meninggalkan sebuah pesan buat Anda. Dia menulisnya di atas sepotong kertas, sebentar ya….”
    Ia kemudian membacakan pesan Saly:
    “Bilang pada Paul, bahwa IA SEKARANG MENYANYI DI DUNIA LAIN… Paul akan mengerti kata kata ini….”

    Saya meletakkan gagang telephone.
    Saya tahu apa yang Saly maksudkan.
    “Selamat bernyanyi di dunia lain, Sally, sahabatku, operator telephone yang bagiku tidak ada duanya di dunia ini”, ucap saya dalam hati.( Tetty Simanjuntak )



    Nah itu tadi sedikit gambaran mengenai sahabat sejati, temaaan... huu sendu... kalau kata pujangga , " Tiada gading yang tak retak " , sahabatpun begitu juga.
    Pertanyaanya adalah, Siapa yang berada di sampingmu? Siapa yang mengasihimu saat kamu merasa tidak dicintai? Siapa yang ingin bersamamu pada saat tiada satu pun yang dapat kamu berikan?
    Dia adalah SAHABATmu!
    Merekalah sahabat sejatimu. Hargai dan peliharalah selalu persahabatanmu dengan mereka.
    And now, sambutlah mereka karena dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan kita mengenal teman-teman kita.



    From the deep love
    Sahabat - sahabat ku kau yang terindah ,

    Marichatul Jannah
    Read More..